LDII MAJALENGKA
Hubungi kami di : (0233) 8286000

Pandangan Islam Tentang Pacaran

Pandangan Islam Tentang Pacaran

berpacaran dalam Islam

sumber gambar : http://tausyah.wordpress.com

Banyaknya argumen yang berbeda tentang ‘pacaran’ dalam sudut pandang islam diperbolehkan atau tidaknya bermacam-macam. Berpacaran mungkin sudah menjadi sesuatu yang lumrah di kalangan remaja masa kini. Simpang siur dua sejoli yang menjadi tontonan bilamana weekend tiba merupakan suatu hal biasa di era sekarang. Lalu bagaimana hukum pacaran sendiri menurut pandangan Islam?

Pacar, dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Fenomena berpacaran timbul sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman novel film dan syair lagu, sehingga berkesan bahwa hidup remaja dimasa sekarang memang harus diwarnai bunga-bunga percintaan. Berpacaran dikalangan remaja umumnya untuk berbagi rasa, saling curhat, memotivasi diri untuk sesuatu yang positif. Sekilas memang menyenangkan bila kita memiliki seseorang untuk saling berbagi.

Istilah berpacaran itu sendiri bisa diartikan berbeda, kalaulah pacaran yang dimaksud adalah kisah sejoli yang hanya sekedar untuk menjalin hubungan kasi, hanya untuk bersenang-senang dan menjurus pada kemaksiatan, maka hal itu tidak diperbolehkan. Akan tetapi jikalau yang dimaksud disini sebagai instrument untuk mengenal calon pendamping lebih jauh, dengan catatan batasan-batasan syari’at harus dijaga, maka boleh-boleh saja. Pergi berduaan tanpa ditemani mahram atau keluarga, seharusnya dihindari. Karena kita tidak tahu apa yang bisa dan mungkin terjadi. Ketentuan ini harus tetap berlaku meskipun sudah dalam proses menuju pernikahan. Selama pernikahan belum terlaksana tetaplah non mahram. Batasan-batasan syariat juga harus tetap dijaga.

Lalu bagaimana pacaran dalam pandangan Islam? Istilah pacaran sebenarnya tidak dikenal dalam Islam. Untuk istilah hubungan percintaan antara laki-laki dan perempuan pranikah, Islam mengenalkan istilah “khitbah (meminang)”. Ketika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan, maka ia harus mengkhitbahnya dengan maksud akan menikahinya pada waktu dekat. Selama masa khitbah, keduanya harus menjaga agar jangan sampai melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Islam, seperti berduaan, memperbincangkan aurat, menyentuh, mencium, memandang dengan nafsu, dan melakukan selayaknya suami istri.

Ada perbedaan yang mencolok antara pacaran dengan khitbah. Pacaran tidak berkaitan dengan perencanaan pernikahan, sedangkan khitbah merupakan tahapan untuk menuju pernikahan. Persamaan keduanya merupakan hubungan percintaan antara dua insan berlainan jenis yang tidak dalam ikatan perkawinan. Dari sisi persamaannya, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan antara pacaran dan khitbah. Keduanya akan terkait dengan bagaimana orang mempraktikkannya. Jika selama masa khitbah, pergaulan antara laki-laki dan perempuan melanggar batas-batas yang telah ditentukan Islam. Adapun batasan-batasan tersebut antara lain:

  1. Tidak melakukan perbuatan yang mengarah kepada zina sebagaimana firman Allah

    وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

    “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (Al – Israa’: 32)

    Bilamana berpacaran menjurus pada kemaksiatan tentunya ini adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan karena berpacaran dalam konteks ini adalah perbuatan yang mendekati zina.

  2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahramnyaRasulullah SAW bersabda, “Lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). “

  3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk berdua-duan. Nabi SAW bersabda,

    “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya” (H.R Imam Bukhari dan Muslim).

    Apakah yang dimaksud dengan berkhalwat? Berkhalwat disini adalah berduaan antara dua insan yang bukan muhrim ditempat yang jauh dari khalayak ramai atau tertutup dari pandangan khalayak ramai. Lalu bagaimana kita sebagai seorang muslim dalam menyikapi situasi seperti ini ketika berada dalam ruang lingkup pergaulan, karena kita tahu bahwa bersosialisasi dengan sesama manusia yang memiliki prinsip dan pandangan hidup berbeda membuat kita dilema bagaimana menempatkan diri agar kita dapat diterima oleh lingkungan, namun tetap menjaga syariat islam.

  4. Menjaga mata atau pandangan. Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah berfirman,

    قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ ۩ وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    ” Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada para wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 30-31)

    Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan jenis penuh dengan gelora nafsu.

  5. Menjaga aurat dan berpakaian yang baik.
    Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai “make up” dan sebagainya setiap langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apa lagi masuk surga)

Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh. Tetapi persoalannya mungkinkah pacaran tanpa berpandang-pandangan, berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau mungkin silakan berpacaran, tetapi kalau tidak mungkin maka jangan sekali-kali berpacaran karena azab yang pedih siap menanti Anda.

Leave a Reply

Latest Posts

Alamat

Kantor DPD LDII Kab. Majalengka
Jl. Siti Armilah No. 69, Majalengka
Telepon : (0233) 281707
Website: http://www.ldiimajalengka.org
Email: info@ldiimajalengka.org

Facebook Like Box